Categories
Agama

Larangan Perjudian dalam Perspektif 3 Agama: Kristen, Hindu, dan Buddha

Larangan Perjudian dalam Perspektif 3 Agama: Kristen, Hindu, dan Buddha. Setiap perbuatan buruk dalam agama mana pun pasti akan melarang, tak terkecuali perjudian. Walaupun sebagian orang menganggap bahwa judi itu memiliki berbagai manfaat, tetapi keburukan yang ditimbulkan akibat berjudi tak kalah banyak.

Dalam ajaran agama Kristen, judi tidak secara eksplisit dilarang. Berbeda dengan agama Islam yang secara gamblang ditulis dalam Alquran jika judi itu merupakan suatu perbuatan yang diganjar dosa yang teramat besar.

Perjudian menjadi dilarang dalam agama Kristen diambil dari sifat dan dampak yang terjadi akibat dari perbuatan tersebut. Berikut alasan mengapa agama Kristen melarang pemeluknya untuk melakukan perjudian.

  • Ketagihan

Permainan judi membuat pemain merasa ketagihan karena dipupuk rasa ingin selalu menang dan berhasil mengalahkan pemain lain. Namun yang terjadi hanyalah kekalahan demi kekalahan sampai kantong mereka kosong melompong.

  • Kejahatan

Ketagihan dalam bermain judi bisa membuat para pemainnya melakukan kejahatan seperti pencurian dan perampokan karena sudah tidak memiliki uang lagi untuk berjudi. Hal yang paling buruk adalah para penjudi ada yang begitu tega menjual anak dan istrinya demi bisa bermain judi.

  • Kemalasan

Judi membuat orang malas menjadi semakin malas. Mereka berjudi dengan harapan bisa menang. Dengan begitu mereka tidak perlu susah-susah bekerja untuk dapat menghasilkan uang.

  • Kehancuran Rumah Tangga

Perceraian rumah tangga merupakan efek buruk dari perjudian. Banyak istri yang memutuskan untuk berpisah karena tidak tahan dengan uang dan harta yang semakin habisĀ  karena dipertaruhkan di meja judi.

Dalam Tim 10 dijelaskan larangan perjudian Keluaran Togel Hongkong bahwa Tuhan melarang umat-Nya mencintai uang karena uang merupakan akar atau sumber dari semua kejahatan. Karena terlalu cinta uang, iman mereka menjadi menyimpang dan hidup dalam duka yang tidak berkesudahan.

Selanjutnya, dalam Amsal 10 diterangkan bahwa pemeluk Kristen harus bekerja dan mengumpulkan kekayaan dengan jalan yang halal. Tangan yang lamban akan membuat miskin sedangkan tangan yang rajin membuat orang menjadi kaya.

Berdasarkan kedua ayat di atas dapat disimpulkan jika kekayaan harus dihasilkan dengan cara yang benar agar manusia memperlakukan uang dengan sewajarnya tanpa rasa cinta yang berlebihan sehingga dapat menimbulkan keburukan-keburukan dalam hidup.

Bagaimana dengan pandangan agama Hindu terkait larangan perjudian? Mangku mengatakan jika agama Hindu melarang perjudian secara tegas. Hal tersebut bisa dilihat dalam kitab suci agama Hindu, Manava Dharmasastra Buku IX dalam bagian Sloka 221-228.

Menurut Mangku, persoalan kalah dan menang dalam perjudian mengakibatkan munculnya sadripu atau enam musuh di dalam diri seseorang.

  • Nafsu yang sukar terkendali atau kama,
  • Nafsu serakah atau lobha,
  • Nafsu amarah atau kroda,
  • Nafsu yang memabukkan atau mada,
  • Nafsu kesombongan atau moha,
  • Nafsu cemburu, iri hati, dan dengki atau matsarya.

Dalam kitab suci Veda, banyak sekali ayat yang melarang perjudian dan secara gamblang disebutkan kata judi tersebut. Oleh karena itu dapat disimpulkan jika agama Hindu melarang pemeluknya untuk melakukan perjudian.

Sementara itu, agama Buddha memerintahkan kepada pengikutnya untuk hidup dalam kesederhanaan. Ada empat kebenaran utama yang diajarkan Sang Buddha kepada umat-Nya.

  • Dukkha yaitu bermakna hidup merupakan penderitaan,
  • Dukkha Nirodha yaitu penderitaan timbul disebabkan oleh keinginan atau tanha,
  • Dukkha Samudaya bermakna penderitaan dapat berhenti jika memadamkan keinginan,
  • Jalan yang ditempuh untuk menghentikan penderitaan adalah dengan memadamkan keinginan.

Di antara dampak perjudian menurut agama Buddha adalah pemenang mendapatkan kebencian dari orang yang mengalami kekalahan. Orang yang kalah mengalami kesedihan disebabkan kehilangan kekayaan. Dengan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa larangan perjudian juga terjadi di dalam agama Buddha.

Pada umumnya kajian tentang perjudian banyak sekali dibahas dalam agama Islam. Namun ternyata, ketiga agama di atas juga melarang pemeluknya untuk melakukan perbuatan judi karena memiliki dampak buruk yang merugikan pelakunya.

Islam seperti halnya Kristen, Hindu, dan Buddha mengajarkan agar pemeluknya bekerja dan menghasilkan uang hanya dengan cara yang halal agar kebahagiaan senantiasa meliputi kehidupan pemeluknya.

Demikianlah penjelasan larangan perjudian yang diambil dari tiga agama selain Islam. Semoga setiap pemeluk yang masih memiliki keinginan untuk berjudi segera sadar bahwa agama mereka melarang keras perbuatan buruk tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *